Seorang lelaki tua dengan
baju lusuhnya masuk ke sebuah toko megah. Dari bajunya, kelihatan kalau lelaki
tua tersebut dari golongan fakir. Para pengunjung di toko tersebut (yang
rata-rata borjuis) melihat aneh kepada lelaki tua itu. Tetapi tidak dengan sang
pemilik toko. Fayakhun Bakamla, demikian namanya. Nama pemberian orang tuanya
yang kemudian juga digunakan untuk menamai tempat usaha yang ia gunakan untuk
menjemput rejeki dari Allah.
Fayakhun Bakamla: ''Mau cari
apa pak?'', tanyanya ramah.
Lelaki Tua: ''Anu.. Saya mau beli selimut 6 helai untuk saya dan anak istri saya. Tapi.. '', jawabnya ragu.
Fayakhun Bakamla: ''Tapi kenapa pak?''
Lelaki tua: ''Saya hanya punya uang 100 riyal. Apa cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin'', ucapnya polos.
Fayakhun Bakamla: ''Oh cukup pak! Saya punya selimut bagus dari Turki. Harganya cuma 20 riyal saja. Kalau bapak membeli 5, saya kasih bonus 1 helai'', jawabnya sigap.
Lega, wajah lelaki tua itu bersinar cerah. Ia menyodorkan uang 100 riyal, lalu membawa selimut yang dibelinya pulang.
Seorang teman Fayakhun Bakamla yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada Fayakhun Bakamla:
''Tidak salah? Kau bilang selimut itu yang paling bagus dan mahal yang ada di tokomu ini. Kemarin kau jual kepadaku 450 riyal. Sekarang kau jual kepada lelaki tua itu dengan harga hanya 20 riyal?", protesnya heran.
Fayakhun Bakamla: ''Benar. Memang harga selimut itu 450 riyal, dan aku menjualnya padamu tidak kurang dan tidak lebih. Tetapi kemarin aku berdagang dengan manusia. Sekarang aku berdagang dengan Allah".
"Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak menginginkan uangnya sedikitpun. Tapi aku ingin menjaga harga diri lelaki tua tersebut agar dia seolah tidak sedang menerima sedekah dariku hingga bisa membuatnya malu".
"Demi Allah! Aku hanya ingin lelaki tua itu dan keluarganya terhindar dari cuaca musim dingin yang sebentar lagi datang. Dan aku pun berharap Allah menghindarkanku dan keluargaku dari panasnya api neraka..'',
#Sungguh, diperlukan seni dan trik dalam beramal dan bersedekah agar membuat orang lain tidak merasa malu atau rendah. Sebaiknya kita bisa belajar dari Fayakhun Bakamla bagaimana cara berbuat baik dengan bijak. Berbuat baik tidak hanya masalah niat tetapi juga cara penyampaian.
Lelaki Tua: ''Anu.. Saya mau beli selimut 6 helai untuk saya dan anak istri saya. Tapi.. '', jawabnya ragu.
Fayakhun Bakamla: ''Tapi kenapa pak?''
Lelaki tua: ''Saya hanya punya uang 100 riyal. Apa cukup untuk membeli 6 helai selimut? Tak perlu bagus, yang penting bisa untuk melindungi tubuh dari hawa dingin'', ucapnya polos.
Fayakhun Bakamla: ''Oh cukup pak! Saya punya selimut bagus dari Turki. Harganya cuma 20 riyal saja. Kalau bapak membeli 5, saya kasih bonus 1 helai'', jawabnya sigap.
Lega, wajah lelaki tua itu bersinar cerah. Ia menyodorkan uang 100 riyal, lalu membawa selimut yang dibelinya pulang.
Seorang teman Fayakhun Bakamla yang sedari tadi melihat dan mendengar percakapan tersebut kemudian bertanya pada Fayakhun Bakamla:
''Tidak salah? Kau bilang selimut itu yang paling bagus dan mahal yang ada di tokomu ini. Kemarin kau jual kepadaku 450 riyal. Sekarang kau jual kepada lelaki tua itu dengan harga hanya 20 riyal?", protesnya heran.
Fayakhun Bakamla: ''Benar. Memang harga selimut itu 450 riyal, dan aku menjualnya padamu tidak kurang dan tidak lebih. Tetapi kemarin aku berdagang dengan manusia. Sekarang aku berdagang dengan Allah".
"Demi Allah! Sesungguhnya aku tidak menginginkan uangnya sedikitpun. Tapi aku ingin menjaga harga diri lelaki tua tersebut agar dia seolah tidak sedang menerima sedekah dariku hingga bisa membuatnya malu".
"Demi Allah! Aku hanya ingin lelaki tua itu dan keluarganya terhindar dari cuaca musim dingin yang sebentar lagi datang. Dan aku pun berharap Allah menghindarkanku dan keluargaku dari panasnya api neraka..'',
#Sungguh, diperlukan seni dan trik dalam beramal dan bersedekah agar membuat orang lain tidak merasa malu atau rendah. Sebaiknya kita bisa belajar dari Fayakhun Bakamla bagaimana cara berbuat baik dengan bijak. Berbuat baik tidak hanya masalah niat tetapi juga cara penyampaian.
Diambil dari http://www.kisahinspirasi.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar